MNC Financial Center Lt 14

Jl. Kebon Sirih No. 21-27 Jakarta Pusat, Indonesia

Working Hours

Weekday | 09.00 - 17.00 WIB

Send Your Mail at :

Indo@Asiachart.net

Title

Autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et dolore feugait.

Author Archive %s admin

Abaikan Wall Street, bursa Asia dibuka naik

Abaikan Wall Street, bursa Asia dibuka naik

TOKYO. Pasar saham Asia dibuka menguat terbatas pada Kamis (16/11). Bursa Asia mengabaikan koreksi yang menerpa Wall Street.

Mengutip CNBC, Nikkei 225 dibuka naik 0,52%. Indeks saham Jepang mengakhiri koreksi enam hari beruntun berkat dukungan saham sektor keuangan, ritel dan teknologi. Misalnya, Fast Retailing naik 1,26%, Nikon menguat 1,02% dan SoftBank naik 1,55%. Namun, saham sektor energi masih tertekan.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,02%. Laju indeks tersendat koreksi sektor perbankan. Sementara, Kospi dibuka lebih lambat satu jam dari biasanya karena ada tes masuk universitas secara nasional.

Dari Amerika Serikat, ketiga indeks di Wall Street ditutup jatuh, Rabu. Bahkan, Dow Jones berakhir di level terendah tiga pekan. Meski data ekonomi, seperti inflasi sesuai perkiraan dan penjualan ritel melampaui ekspektasi, namun pasar mencermati keberlanjutan reformasi pajak. Ada kekhawatiran rencana penerapan pemotongan tarif pajak akan tertunda.

Sentimen pasar juga kurang solid, karena harga minyak terus melorot. Minyak WTI sudah turun tiga hari beruntun, sehingga membebani saham-saham terkait energi.

Di pasar valuta, indeks dollar stabil di kisaran 93,84 pukul 08.17 waktu Singapura. Yen Jepang melemah versus dollar diperdagangkan di 112,91.

Adapun, rilis data ekonomi yang mungkin memperngaruhi pasar hari ini, seperti PDB kuartal ketiga Filipina, tingkat pengangguran Hong Kong bulan Oktober, dan keputusan suku bunga acuan Bank sentral Indonesia.

 

Sumber : Kontan.co.id

IHSG hampir terseret ke zona merah

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hampir terseret ke zona merah pada Selasa (14/11) siang. IHSG menutup sesi pertama hanya dengan kenaikan sangat tipis 0,94 poin ke level 6.022,40.

IHSG mendekati level penutupan kemarin, setelah setelah sempat naik 13 poin pada menit-menit awal perdagangan. Indeks juga sempat tergelincir ke teritori negatif sepanjang perdagangan sesi pertama.

Enam sektor mencoba menyokong indeks. Sektor perdagangan dan pertambangan naik paling tinggi yaitu masing-masing 0,45% dan 0,31%. Sedangkan, empat sektor lainnya melorot, terutama konstruksi yang turun 0,30%.

RTI mencatat, 166 saham jatuh, berbanding 139 saham yang naik. Saham dengan kinerja terbaik (top gainers) di bursa domestik ditorehkan PT Renuka Coalindo Tbk. Saham berkode SQMI ini naik 16,83% ke Rp 472. Sebaliknya, saham PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP) yang tumbang 24,96% ke level Rp 484 terseret ke posisi top losers.

Di jajaran indeks LQ45, puncak top gainers ditempati saham PT Bumi Resources (BUMI) lantaran naik 7,20% ke level Rp 268. Sedangkan, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) terseret ke puncak top losers. Saham yang akan dikeluarkan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) Global Standard Index itu turun 6,09% ke level Rp 925.

Transaksi sepanjang sesi pertama melibatkan 6,23 miliar lot saham, dengan nilai transaksi Rp 3,31 triliun. Asing masih belanja di pasar saham, dengan membukukan nilai pembelian bersih di seluruh pasar Rp 41,34 miliar.

 

sumber : kontan.co.id

IHSG menguat di tengah tekanan bursa Asia

IHSG menguat di tengah tekanan bursa Asia

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di tengah penurunan bursa saham Asia. Jumat (10/11) pukul 9.11 WIB, IHSG naik 10,44 poin atau 0,16% ke 6.051,30.

Kenaikan IHSG ditopang oleh enam sektor yang menguat. Kenaikan sektor terbesar adalah sektor keuangan 0,45%, disusul sektor pertambangan 0,21%.

Sektor konstruksi dan barang konsumer pun menguat masing-masing 0,12%. Sektor manufaktur menguat 0,7%. Sektor aneka industri naik 0,06%.

Sedangkan di zona merah, ada sektor perdagngan dengan penurunan 0,26%. Sektor infrastruktur dan industri dasar turun masing-masing 0,12%. Sektor perkebunan melorot tipis 0,02%.

Berikut top gainers pada LQ45
– PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kenaikan 1,82%
– PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) naik 1,52%
– PT Semen Indonesia tbk (SMGR) naik 0,99%.

Pada barisan top losers LQ45:
– PT United Tractors Tbk (UNTR) yang turun 2,05%
– PT Hanson International Tbk (MYRX) turun 1,79%
– PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) terkoreksi 1,50%.

Penjualan bersih asing di seluruh pasar pada pagi ini mencapai Rp 40,07 miliar. UNTR menjadi saham dengan penjualan bersih asing tertinggi, Rp 12 miliar. Tekanan jual asing juga tampak pada saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp 9,1 miliar, serta BBRI Rp 5,3 miliar.

 

Sumber : kontan.co.id

IHSG melorot 0,11% pada akhir sesi satu

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dibuka dengan penguatan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi satu dengan penurunan. Kamis (9/11) pukul 12.00 WIB, IHSG turun 6,69 poin atau 0,11% ke 6.042,69.

Tujuh dari 10 indeks menurun. Penurunan terbesar berasal dari sektor barang konsume 0,74$. Sektor manufaktur terkoreksi 0,67%. Sementara sektor industri dasar tergores hingga 0,64%.

Sektor aneka industri terkoreksi 0,44%. Sektor konstruksi tergerus 0,35%. Dua sektor lain yang mencatat penurunan lebih tipis adalah sektor pertambangan dan sektor perdagangan. Kedua sektor turun masing-masing 0,08% dan 0,06%.

Tiga sektor masih menguji kekuatan di zona hijau. Sektor infrastruktur naik  0,83%. Sektor keuangan menguat 0,21%. Sedangkan sektor perkebunan menanjak 0,08%.

Total volume transaksi hingga tengah hari ini mencapai 5,42 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,28 triliun. Sebanyak 144 saham naik, 156 saham turun, dan 119 saham diam di tempat.

Pada indeks LQ45, emiten top gainers terdiri dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dengan kenaikan haga 6,19%. Menyusul MNCN, saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) pun naik 2,48%. Sedangkan di posisi ketiga ada saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dengan kenaikan 1,27%.

Sedangkan emiten top losers LQ45 adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang harga sahamnya turun 2,40%, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dengan penurunan harga 2,11%, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang harganya turun 2%.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 195,56 miliar di pasar reguler dan Rp 215,24 miliar di seluruh pasar. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat penjualan bersih asing Rp 141,2  miliar. Sedangkan penjualan bersih asing di saham PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 23,4 miliar. Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) pun kena tekanan jual asing Rp 20,8 miliar.

Di posisi sebaliknya, pembelian bersih asing terjadi pada saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp 15 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 14,4 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 13,5 miliar.

 

Sumber : kontan.co.id

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!