MNC Financial Center Lt 14

Jl. Kebon Sirih No. 21-27 Jakarta Pusat, Indonesia

Working Hours

Weekday | 09.00 - 17.00 WIB

Send Your Mail at :

Indo@Asiachart.net

Title

Autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et dolore feugait.

Author Archive %s admin

Suku bunga tinggi, emisi obligasi turun

 JAKARTA. Nilai penerbitan surat utang korporasi sepanjang tahun berjalan lebih rendah dibanding tahun lalu. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi disinyalir menahan agresivitas emisi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, secara year to date hingga 12 Juli 2018, total emisi obligasi dan sukuk oleh 41 emiten senilai Rp 71,44 triliun.

Sedangkan, data OJK menunjukkan, pada periode yang sama 2017, emisi obligasi dan sukuk capai Rp 84,9 triliun. Artinya, ada penurunan Rp 13,46 triliun.

Pengamat pasar modal Suria Darma mengatakan, kenaikan suku bunga acuan di dalam negeri menjadi salah satu penyebab berkurangnya emisi surat utang. “Kenaikan suku bunga menyebabkan kupon obligasi harus disesuaikan. Kalau bunganya rendah, tidak laku,” katanya, Selasa (17/7).

Sepanjang tahun ini, BI sudah mengerek bunga sebesar 100 bps menjadi 5,25%. Tahun lalu, kisaran bunga acuan sebesar 4,75%.

Volatilitas rupiah juga menyebabkan obligasi sulit laku di pasar, sehingga ada korporasi yang menahan emisi obligasi. Seperti, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang menunda penerbitan obligasi senilai Rp 3,5 triliun. Semula emisi surat utang dijadwalkan pada kuartal III-2018 untuk menutup utang jangka pendek. “Kami masih wait and see kondisi pasar, ujar Harris Gunawan, Direktur Utama Waskita Karya.

Menurutnya, tren kenaikan bunga menyebabkan kupon obligasi harus disesuaikan dengan bunga deposito agar tetap kompetitif.

Meski demikian, kata Suria, obligasi tetap jadi alternatif pendanaan yang diandalkan. Contohnya, PT PP Properti Tbk yang menerbitkan obligasi Rp 655 miliar. “Kami masih mendapat suku bunga murah karena pelaksanaannya sebelum BI rate naik,” kata Indaryanto, Direktur Keuangan PPRO, Selasa (17/7).

Hans menyebut di tengah tren bunga tinggi, ada alternatif pendanaan yang lebih menarik, seperti penerbitan saham baru alias rights issue maupun IPO anak usaha. Tapi, untuk melakukan aksi korporasi itu, fundamental perusahaan harus mumpuni.

Harris mengamini, rights issue menarik, karena tanpa disertai beban bunga. “Namun, kendalanya, persyaratan lebih kompleks. Tidak semua investor mau sahamnya terdilusi,” tuturnya.

 

 

Sumber : kontan.co.id

Elemen Penentu Keberhasilan Trading Saham dari Perencana Keuangan

JAKARTA – Bagi awam, trading saham terkesan rumit dan berisiko. Namun, jika sudah paham ilmunya, berdagang saham di pasar modal bisa menghasilkan keuntungan besar.

Untuk trading saham, terdapat beberapa elemen penentu keberhasilan. Berikut ini penjelasan perencanaan keuangan OneShildt Budi Rahardjo.

Pertama adalah ilmu dasar trading saham, karena melakukan transaksi di Bursa Efek Indonesia membutuhkan teknik analisis yang lebih teliti.

Kedua adalah pengalaman. Banyak traderpemula melakukan kesalahan yang berakibat kerugian dalam melakukan jual-beli saham karena kurang menguasai maupun kurang mengenali profil diri dalam melakukan perdagangan.

“Berikutnya terkait dengan tools. Penguasaan tools trading seperti aplikasi yang sesuai untuk analisis maupun informasi juga penting,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Rabu (7/2/2018).

Nah, agar risiko kegagalan lebih kecil, sebaiknya rutin mengikuti pelatihan dan memiliki mentor.

Anda juga bisa mulai dengan modal kecil dari dana yang dapat ditanggung atau diterima apabila terjadi risiko kerugian sebelum memasukkan uang yang lebih besar.

“Perhatikan juga mengenai fitur tools trading, yang disediakan oleh perusahaan sekuritas untuk menunjang aktivitas trading,”ucap Budi.

Supaya trading profit, terapkan manajemen keuangan dalam fokus ke tujuan awaltrading itu sendiri yang tak lain untuk menambah aset atau dana. Terkadang saat naik,trader terdorong untuk terus mengambil keuntungan padahal target sudah terpenuhi.

“Tetap disiplin dengan rencana dan kapasitas, agar apabila terjadi kegagalan tingkat kerugian dapat dibatasi, dan tidak mengganggu keuangan dan dana yang sudah disiapkan untuk tujuan-tujuan lainnya secara keseluruhan,” ucap Budi, mengingatkan.

Salah satu cerita trading yang sukses dialami Giow Fiona, seorang pensiunan karyawan usia 56 tahun. Meski umurnya sudah tidak muda, Giow yang menggunakan Software Super Rally Trading System mampu meraih cuan.

Hal serupa dialami Marheni, pensiunan dosen yang sudah berusia 67 tahun, dan Weli Gunawan, karyawan perkebunan yang seolah mematahkan stigma soal rumitnya trading saham.

“Software SRTS membantu saya dalam mengambil keputusan ketika trading, untuk posisi buy atau sell, juga menjadi mudah kapan ambil profit, dan kapan harus cut lost,” ujar Marheni.

Aplikasi trading biasanya dibuat untuk memudahkan pengguna, seperti melakukan penyaringan atau filter saham mana yang pergerakannya bagus.

Dari saham-saham yang sudah tersaring tersebut muncul strategi apa yang bisa digunakan. Masing-masing tren saham bisa mempunyai strategi yang berbeda tergantung pergerakan terakhirnya.

Rekomendasi akhir yang lebih mempermudah bagi investor saham terutama pemula. Investasi saham tidak bisa mengandalkan intuisi, perangkat analisis dan rasionalitas trader sangat dibutuhkan. Mengandalkan intuisi semata bisa berakibat kerugian hingga ratusan juta.

Marheni mememberi tip dalam memilih tawaran sistem analisis saham yang banyak ditawarkan.

Pertama, pastikan dukungan yang diberikan bagus, artinya kapan saja dibutuhkan mentor siap memberikan bimbingan.

Kedua, sistem yang user friendly sehingga mudah untuk mengeksekusi kapan harustake profit kapan harus cut lost. Akan tetapi, sama sekali tidak ada jaminan untung 100%.

 

Sumber : finansial.bisnis.com

 

IHSG naik melawan penurunan bursa Asia

IHSG naik melawan penurunan bursa Asia

JAKARTA. Melawan arus bursa Asia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan kenaikan. Senin (4/12) pukul 9.07 WIB, IHSG melonjak 52,25 poin atau 0,86% ke 6.003,77.

Kenaikan indeks ini ditopang oleh enam sektor dengan kenaikan tebal. Sektor aneka industri bahkan melonjak lebih dari 2%. Sektor barang konsumer menguat 1,47%. Sektor manufaktur menguat 1,39%. Sektor keuangan pun menanjak hingga 1,43%.

Empat sektor masih melemah dengan penurunan terbesar pada sektor perdagangan 0,75%. Sektor perkebunan turun 0,61%. Sektor konstruksi turun 0,45% dan sektor pertambangan tergerus tipis 0,06%.

Berikut top gainers pada LQ45:
– PT Gudang Garam Tbk (GGRM) 3,20%
– PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) 2,93%
– PT Astra International Tbk (ASII) 2,51%

Sedangkan jajaran top losers LQ45 terdiri dari:
– PT BPD Jawa Barat Tbk (BJBR) -4,02%
– PT Hanson International Tbk (MYRX) -3,67%
– PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) -3,48%

Investor asing pagi ini mencatatkan pembelian bersih Rp 7,71 miliar. Pembelian bersih asing tercatat paling besar pada saham ASII Rp 11,8 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 11,5 miliar, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 6 miliar.

Sedangkan penjualan bersih asing terjadi pada saham LPKR Rp 19,1 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 14,3 miliar, dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Rp 7,4 miliar.

 

Sumber : Kontan.co.id

Indeks PMI China November menguat ke 51,8

Indeks PMI China November menguat ke 51,8

BEIJING. Kabar baik datang dari China. Pemerintah setempat mengumumkan Indeks Purchasing Managers’s Index (PMI) November di level 51,8. Angka ini di atas perkiraan pasar.

Pasar awalnya memperkirakan, Indeks PMI China November lebih rendah ketimbang Oktober yang menoreh level 51,6. Poll di Reuters meramal, indeks PMI November China hanya 51,4.

Sekadar menambahkan, indeks PMI di atas 50 menandakan ekspansi, sementara di bawah tersebut memberi sinyal adanya kontraksi manufaktur.

Bursa China masih belum dibuka, tapi indeks lain di Asia yang menunggu data PMI China masih menyiratkan laporan negatif. Indeks Nikkei di Jepang turun tipis 0,07%, Indeks Kospi tergerus 0,27%, dan Indeks S&P/ASX 200 di Australia terkoreksi 0,58%.

 

Sumber : Kontan.co.id

IHSG berpotensi menguat lagi

 IHSG berpotensi menguat lagi

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu (24/11) ditutup menguat 0,06% ke 6.067,14. Analis memperkirakan penguatan indeks saham domestik akan berlanjut pada awal pekan ini.

Kepala Riset OSO Sekuritas Riska Afriani mengatakan, IHSG pekan lalu minim sentimen dari dalam negeri dan didominasi oleh sentimen global. Salah satunya, potensi kenaikan suku bunga The Fed yang semakin dekat.

 

Sedangkan pekan ini, ada beberapa data domestik yang akan dirilis, seperti data indeks manufaktur dan jumlah uang beredar di Oktober. Riska menilai pelaku pasar akan cenderung wait and see menanti rilis data tersebut.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Nafan Aji juga menilai, data-data fundamental makroekonomi domestik tersebut akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. Pelaku pasar yakin ekonomi masih stabil.

Sementara dari eksternal, pelaku pasar akan memperhatikan rilis data keuntungan industri China di Oktober. Perkembangan pertemuan negara-negara eksportir minyak (OPEC) di Wina, Austria pada Kamis (30/11) juga akan mempengaruhi indeks. Pasar akan mencermati ada atau tidaknya kelanjutan pemangkasan produksi minyak dunia hingga akhir 2018.

Nafan memprediksi IHSG hari ini berpotensi menguat. IHSG akan bergerak di kisaran level support 6.044-6.022 dan resistance 6.079–6.092.

Riska memprediksi pergerakan IHSG akan bergerak mixed dengan potensi menguat, di kisaran support 6.038 dan resistance 6.082.

Sumber : www.kontan.co.id

IHSG dibuka turun tipis 0,02%

IHSG dibuka turun tipis 0,02%

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (24/11) pukul 9.00 WIB dibuka terkoreksi tipis sebanyak 0,02% ke level 6.061,99.

Terdapat lima sektor yang menguat. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi pagi ini adalah sektor barang konsumer 0,26%, sektor pertambangan 0,24%, dan sektor konstruksi 0,17%. Sementara koreksi terbesar dari sektor aneka industri 0,73%.

 

Ada 86 saham yang menguat dan 36 saham terkoreksi. Sementara 104 saham diam ditempat. Penjualan bersih di pasar reguler tercatat sebesar Rp 27,62 miliar.

 

Sumber : Kontan.co.id

IHSG menguji level tertinggi baru

IHSG menguji level tertinggi baru

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencoba lagi menembus rekor baru. Kamis (23/11) pukul 9.09 WIB, IHSG menguat 11 poin atau 0,19% ke 6.081.44.

Kenaikan indeks ditopang oleh penguatan delapan sektor. Hanya sektor perdagangan yang mencatat penurunan 0,23% dan sektor keuangan 0,02%.

 

Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi pagi ini adalah sektor infrastruktur 0,47%, sektor pertambangan 0,37%, dan sektor barang konsumer 0,32%.

Berikut top gainers indeks LQ45:
– PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik 4%
– PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) naik 2,08%
– PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 1,36%

Sedangkan barisan top losers LQ45:
– PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun 0,66%
– PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 0,59%
– PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 0,54%

Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih Rp 12,34 miliar di seluruh pasar. Penjualan bersih terbesar tampak pada saham BBRI Rp 5,7 miliar, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Rp 3 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 2,2 miliar.

Asing masih membeli bersih saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 3,7 miliar, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 1,5 miliar, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 1,5 miliar.

 

Sumber : Kontan.co.id

IHSG mendaki setelah koreksi sehari

IHSG mendaki setelah koreksi sehari

JAKARTA. Setelah koreksi sehari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat. Rabu (22/11) pukul 9.15 WIB, IHSG menguat 26,94 poin atau 0,45% ke 6.059.

Kenaikan indeks ditopang oleh penguatan seluruh sektor bursa. Kenaikan sektoral terbesar tampak pada aneka industri yang melompat 1,01%. Sektor keuangan dan pertambangan pun mengontribusi kenaikan besar, masing-masing 0,80%.

 

Berikut top gainers pada indeks LQ45 pada pembukaan perdagangan pagi ini:
– PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 3,57%
– PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 2,21%
– PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 2,01%

Sedangkan top losers LQ45 pagi ini adalah:
– PT Adhi Karya Tbk (ADHI) turun 0,90%
– PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) turun 0,80%
– PT BPD Jawa Barat Tbk (BJBR) turun 0,42%

Investor asing mencatat pembelian bersih di seluruh pasar Rp 50,93 miliar. Pembelian bersih asing tampak pada saham BBNI Rp 19,7 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 16 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 13,9 miliar.

Sedangkan penjualan bersih terbesar pada saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 8,6 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 6,7 miliar, dan LPKR Rp 880 juta.

 

Sumber : Kontan.co.id

IHSG masih menguat tipis di hari keempat

 

IHSG masih menguat tipis di hari keempat

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan penguatan di hari keempat. Selasa (21/11) pukul 9.14 WIB, IHSG menguat 7 poin atau 0,13% ke 6.060,75.

Sembilan dari 10 sektor menguat. Hanya sektor keuangan yang turun 0,30%. Sembilan sektor menguat dengan kenaikan di bawah 0,5%.

 

Sektor barang konsumer memimpin dengan penguatan 0,45%. Sektor pertambangan pun naik 0,45%. Sektor manufaktur menanjak 0,35%. Sektor industri dasar menguat 0,27%. Sektor perdagangan menguat 0,15%.

Pada barisan top gainers indeks LQ45, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memimpin dengan kenaikan 3,45%. Selain Vale, ada PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang harga sahamnya menguat 1,12% dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dengan kenaikan 0,93%.

Pada top losers, saham PT Hanson International Tbk (MYRX) mencetak penurunan terbesar, yakni 1,87%. Dua saham di belakangnya adalah PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang turun 1,69% dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang turun 1,63%.

Pada sesi awal, investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 3,19 miliar di seluruh pasar. Nilai transaksi pagi ini masih berada di Rp 531 miliar dengan volume transaksi 1,35 miliar saham.

Sebanyak 109 saham menguat, 112 saham bergerak mendatar dan 76 saham melemah.

 

Sumber : kontan.co.id

IHSG mencoba ukir rekor lagi

IHSG mencoba ukir rekor lagi

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjut reli pada Jumat (17/11) pagi. RTI mencatat, IHSG naik 36,55 poin ke level 6.074,46 pukul 09.10 WIB. Ini rekor tertinggi intraday.

Kemarin, indeks berhasil ditutup rebound ke posisi 6.037,91, setelah dua hari beruntun ditutup di bawah level psikologis 6.000.

Pagi ini, seluruh sektor sumringah sehingga menyokong indeks. Terutama sektor barang konsumsi yang naik hingga 1,27%. Sembilan sektor lainnya rata-rata naik kurang dari 1%.

Tercatat 129 saham sudah bergerak naik, berbanding 50 saham yang melemah.

Reli IHSG seirama dengan mayoritas pasar saham Asia. Indeks Nikkei 225, Kospi dan ASX 200 dibuka di zona positif, mengekor penguatan bursa saham Amerika Serikat. Ketiga indeks di Wall Street, Kamis, ditutup rebound, setelah DPR AS meloloskan draf reformasi pajak yang diusung Presiden Donald Trump.

Dari pasar komoditas, harga minyak naik di Asia, setelah terkoreksi semalam. Harga emas stabil meski ekspektasi kenaikan suku bunga Fed semakin kuat. Sedangkan, indeks dollar diperdagangkan sedikit turun terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

 

Sumber : Kontan.co.id