Working Hours

Weekday | 09.00 - 17.00 WIB

Send Your Mail at :

Indo@Asiachart.net

Title

Autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et dolore feugait.

Author Archive %s admin

MNC Sekuritas – Asia Charts Indonesia Bentuk Komunitas GEMESIN

JAKARTA — PT MNC Sekuritas dan komunitas saham Asia Charts Indonesia bekerja sama membentuk Komunitas MNC GEMESIN Asia Charts. Komunitas ini diharapkan mampu menjadi media untuk mensosialisasikan Gemar Menabung Saham Indonesia (GEMESIN) kepada masyarakat di Tanah Air.

Direktur IT & Online Trading MNC Sekuritas Fifi Virgantria berharap komunitas ini bisa menjadi lini depan MNC Sekuritas dalam menggerakkan budaya menabung saham sejak dini. Saat ini, Komunitas MNC GEMESIN Asia Charts memiliki basis investor cukup besar lebih dari 1.000 orang.

“Ini saatnya kita melihat betapa cantiknya pasar modal Indonesia, jadi ini saatnya untuk investasi jangka panjang. Dengan terbentuknya wadah ini teman-teman makin kuat investasi di pasar modal dan komunitas ini berkembang makin baik ke depan,” kata Fifi dalam acara peluncuran Komunitas MNC Gemesin Asia Charts di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Lebih lanjut ia menyampaikan, besarnya peluang investasi di pasar modal Tanah Air seharusnya dimanfaatkan investor domestik untuk mendapatkan keuntungan. Bagi investor pemula, produk tabungan saham dengan manfaat tambahan proteksi yaitu MNC GEMESIN Plus adalah produk yang tepat.

“Tidak banyak yang tahu bahwa investasi saham cukup bermodalkan Rp100.000 saja. Kami ingin semua orang menyadari bahwa pasar modal bukan hanya untuk segelintir orang. Kesempatan memperoleh keuntungan dari pasar modal terbuka bagi siapa pun yang konsisten dan rutin menabung saham,” jelas Fifi.

Sementara itu, Co-founder Asia Charts Indonesia Darwin Teh menambahkan pihaknya berinisiatif membentuk komunitas MNC GEMESIN Asia Charts dilatarbelakangi banyaknya investasi bodong yang menjebak masyarakat. Dia berharap masyarakat mendapatkan edukasi mengenai investasi pada wadah yang tepat yaitu tabungan saham MNC GEMESIN Plus.

Selain di Jakarta, komunitas ini juga telah terbentuk di kota-kota lainnya, antara lain Bogor, Tangerang, Surabaya, Solo, Ngawi, Cirebon, Cilacap, Purwokerto, Parepare, Makassar, Medan, Manado, Yogyakarta, Semarang, Bali, dan Pekanbaru.

Darwin meyakini pertumbuhan komunitas yang sifatnya masif ini akan menjadi wadah edukasi yang efektif bagi para anggotanya untuk dapat saling berinteraksi dan mengembangkan keterampilan investasi saham bersama-sama.

Ditunjang sistem yang canggih dari MNC Sekuritas, dia optimis komunitas ini akan dengan mudah mendapatkan hati masyarakat Indonesia.*

JAKARTA, PT MNC Sekuritas dan komunitas saham Asia Charts Indonesia bekerja sama membentuk Komunitas MNC Gemesin Asia Charts. Komunitas ini diharapkan mampu menjadi media untuk mensosialisasikan Gemar Menabung Saham Indonesia (Gemesin) kepada masyarakat di Tanah Air.

Dalam acara Peluncuran Komunitas MNC Gemesin Asia Charts, Rabu (12/09/2018), tersebut turut hadir Direktur IT & Online Trading MNC Sekuritas Fifi Virgantria, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi, Co-founder Asia Charts lndonesia Darwin Teh, dan Founder Komunitas MNC Gemesin Asia Charts Fajrin Syukron.

Direktur IT & Online Trading MNC Sekuritas Fifi Virgantria berharap komunitas ini bisa menjadi lini depan MNC Sekuritas dalam menggerakkan budaya menabung saham sejak dini. Besarnya peluang investasi di pasar modal Tanah Air seharusnya dimanfaatkan investor domestik untuk mendapatkan keuntungan. Bagi investor pemula, produk tabungan saham dengan manfaat tambahan proteksi yaitu MNC Gemesin Plus adalah produk yang tepat.

”Tidak banyak yang tahu bahwa investasi saham cukup bermodalkan Rp100.000 saja. Kami ingin semua orang menyadari bahwa pasar modal bukan hanya untuk segelintir orang. Kesempatan memperoleh keuntungan dari pasar modal terbuka bagi siapa pun yang konsisten dan rutin menabung saham,” kata Fifi di lokasi acara tersebut.

Sementara itu, Co-founder Asia Charts Indonesia Darwin Teh menambahkan pihaknya berinisiatif membentuk komunitas MNC Gemesin Asia Charts dilatarbelakangi banyaknya investasi bodong yang menjebak masyarakat. Dia berharap masyarakat mendapatkan edukasi mengenai investasi pada wadah yang tepat yaitu tabungan saham MNC Gemesin Plus.

”Saat ini komunitas MNC Gemesin Asia Charts telah memiliki lebih dari 1.000 anggota. Jumlah ini terus bertambah setiap harinya. Selain di Jakarta, komunitas ini juga telah terbentuk di kota-kota lainnya, antara lain: Bogor, Tangerang, Surabaya, Solo, Ngawi, Cirebon, Cilacap, Purwokerto, Parepare, Makassar, Medan, Manado, Yogyakarta, Semarang, Bali, Pekanbaru,” kata Darwin.

Darwin meyakini pertumbuhan komunitas yang sifatnya masif ini akan menjadi wadah edukasi yang efektif bagi para anggotanya untuk dapat saling berinteraksi dan mengembangkan keterampilan investasi saham bersama-sama. Ditunjang sistem yang canggih dari MNC Sekuritas, dia optimistis komunitas ini akan dengan mudah mendapatkan hati masyarakat Indonesia.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fauzi berharap, pembentukan MNC Gemesin Asia Charts mampu mendongkrak pertumbuhan investor di pasar modal. Pasalnya, misi yang dijalankan komunitas tersebut sejalan dengan yang dilakukan oleh jajaran pasar modal.

“Yang dalam upayanya bertujuan untuk memberikan sosialisasi gerakan menabung saham sesuai kampanye yang terus kita gelorakan ‘Yuk Menabung Saham’ kepada seluruh kalangan masyarakat sehingga kita harapkan gerakan ini dapat semakin meningkatkan jumlah investor kita. Tidak hanya itu, juga meningkatkan kualitas investornya,” kata Hasan.

 

Sumber : iNews.id

MNC Sekuritas Rangkul Asia Charts Bentuk Komunitas dengan 1.000 Anggota

JAKARTA – PT MNC Sekuritas dan komunitas saham Asia Charts Indonesia bekerja sama membentuk Komunitas MNC GEMESIN Asia Charts. Komunitas ini diharapkan mampu menjadi media untuk mensosialisasikan Gemar Menabung Saham Indonesia (Gemesin) kepada masyarakat di Tanah Air.

Direktur IT & Online Trading MNC Sekuritas Fifi Virgantria mengatakan, komunitas Asia Charts memiliki rekam jejak yang bagus dengan aktif memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pasar modal. Selain itu, komunitas ini memiliki basis investor yang cukup besar hingga lebih 1.000 orang

 

Hal tersebut yang menjadi optimisme MNC Sekuritas untuk menjalin kerjasama dengan komunitas Asia Charts.

 

MNC Sekuritas

“Ini saatnya kita melihat betapa cantiknya pasar modal Indonesia, jadi ini saatnya untuk Investasi jangka panjang. Dengan terbentuknya wadah ini teman-teman makin kuat investasi di pasar modal dan komunitas ini berkembang makin baik ke depan,” kata Fifi dalam acara peluncuran Komunitas MNC Gemesin Asia Charts di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi menuturkan, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyebutkan hingga 10 September 2018 jumlah single investor identification (SID) mencapai 759.000 SID. Jika dibandingkan dengan populasi penduduk, maka potensi investor ritel sangat besar.

Hasan mengatakan, basis investor ritel yang kuat mampu menjaga stabilitas pasar modal dari sentimen negatif, terutama jika terjadi aliran dana keluar (outflow).

MNC Sekuritas

“Investor ritel dari tahun ke tahun menjadi fokus dan target kita, karena dengan investor ritel domestik yang kuat maka pasar modal memiliki kekuatan dalam menghadapi kondisi yang kurang baik,” kata Hasan.

Hasan berharap, komunitas menjadi kepanjangan tangan dari BEI untuk memberikan edukasi yang tepat bagi investor.

“Melalui komunitas ini diharapkan investor tidak secara serampangan tapi juga mendapatkan edukasi transaksi yang baik,” imbuh dia.

Sementara itu, Co-founder Asia Charts Indonesia Darwin Teh menambahkan pihaknya berinisiatif membentuk komunitas MNC Gemesin Asia Charts dilatarbelakangi banyaknya investasi bodong yang menjebak masyarakat. Dia berharap masyarakat mendapatkan edukasi mengenai investasi pada wadah yang tepat yaitu tabungan saham MNC Gemesin Plus.

MNC Sekuritas

Saat ini komunitas MNC Gemesin Asia Charts telah memiliki lebih dari 1.000 anggota. Selain di Jakarta, komunitas ini juga telah terbentuk di kota-kota lainnya, antara lain: Bogor, Tangerang, Surabaya, Solo, Ngawi, Cirebon, Cilacap, Purwokerto, Parepare, Makassar, Medan, Manado, Yogyakarta, Semarang, Bali, dan Pekanbaru.

“Jumlah ini terus bertambah setiap harinya” jelas Darwin.

Darwin meyakini pertumbuhan komunitas yang sifatnya masif ini akan menjadi wadah edukasi yang efektif bagi para anggotanya untuk dapat saling berinteraksi dan mengembangkan keterampilan investasi saham. Ditunjang sistem yang canggih dari MNC Sekuritas, dia optimis komunitas ini akan dengan mudah mendapatkan hati masyarakat Indonesia

 

Sumber : Okezone.com

Gigih Prakoso resmi jadi direktur utama PGAS yang baru

JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) memperoleh restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mengganti susunan direksi perusahaan.

Dalam RUPSLB tersebut, Gigih Prakoso diangkat menjadi direktur utama menggantikan Jobi Triananda Hasjim. “Pergantian sesuai dengan keputusan pemegang saham seri A,” kata Said Reza Pahlevy, Direktur Keuangan PGAS, Senin (10/9).

 

Manajemen mengatakan, Gigih dipilih dengan suara aklamasi sebanyak 76%. Menurut manajemen pergantian direkai ini merupakan hak mutlak dari pemegang saham Seri A.

Beberapa hal menjadi pertimbangan pemilihan Gigih Prakoso sebagai Dirut PGAS. Apalagi Gigih merupakan steering comitee (SC) dari integrasi pertamina, pertagas dan juga PGAS.

 

Sumber : kontan.co.id

Telkom batal menerbitkan Komodo Bond

JAKARTA. Fluktuasi perekonomian global turut memberikan dampak yang cukup nyata ke dalam negeri. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi salah satu yang terkena dampak tersebut.

“Rencana menerbitkan Komodo Bond kami drop dulu karena faktor global,” ujar Direktur Keuangan TLKM Harry M. Zen, Rabu (29/8).

Padahal, perusahaan ini disebut-sebut sudah mempersiapkan rencana awal penerbitan emisi tersebut senilai US$ 1 miliar. Sebagian dari emisi tersebut selain Komodo Bond juga terdapat Euro Bond.

Wajar, fluktuasi global membuat kurs rupiah terjun bebas. Kondisi ini membuat risiko Indonesia meningkat di mata investor asing. Untuk mengkompensasinya, mereka meminta kupon yang lebih tinggi sehingga hal ini bakal menambah cost of fund emiten menjadi lebih mahal saat menggelar penerbitan obligasi.

Harry menambahkan, perusahaan belum memiliki alternatif pendanaan untuk tahun depan. “Karena kami sekarang sedang finalisasi belanja modal tahun depan,” imbuhnya.

Dia belum bisa membeberkan berapa alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun depan. Yang terang, TLKM selama ini selalu mengalokasikan capex tahun berikutnya sebesar 25% dari pendapatan tahun sebelumnya.

Harry bilang, pendapatan TLKM tahun ini ditargetkan tumbuh mid-high single digit. Artinya, pendapatan TLKM tahun ini tumbuh antara 5% hingga 9%.

Jika diasumsikan pertumbuhannya paling minimal, 5%, berarti pendapatan TLKM hingga akhir tahun ini sekitar Rp 134,67 triliun. Dari sini bisa dihitung, capex TLKM tahun depan setidaknya sekitar Rp 33,67 triliun.

Sumber : kontan.co.id

Harga naik 31 kali lipat dalam sebulan, perdagangan saham TCPI kembali dihentikan

Harga naik 31 kali lipat dalam sebulan, perdagangan saham TCPI kembali dihentikan

Harga naik 31 kali lipat dalam sebulan, perdagangan saham TCPI kembali dihentikan

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan perdagangan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) pada Selasa (7/8) hari ini. Penghentian ini dilakukan karena peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

“Penghentian sementara dilakukan dalam rangka cooling down pada perdagangan 7 Agustus 2018 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut,” ungkap Lidia M. Panjaitan, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI dan Irvan Susandy, Kadiv Operasional Perdagangan BEI dalam pengumuman hari ini.

 

Kemarin, saham TCPI kembali menyentuh rekor tertinggi di harga Rp 4.330 per saham. Dalam sehari, harga saham TCPI hanya naik 7,98%. Tapi, saham ini mengakumulasi kenaikan signifikan.

Sejak IPO pada 4 Juli, harga saham TCPI melonjak lebih dari 31 kali. Saat IPO, harga saham TCPI hanya Rp 138 per saham.

Suspensi ini adalah penghentian kedua. BEI menghentikan sementara perdagangan saham TCPI pada 24 Juli lalu akibat akumulasi kenaikan signifikan harga saham TCPI.

 

Sumber : kontan.co.id

Saham MD Pictures (FILM) naik 49,52% pada pencatatan perdana

Saham MD Pictures (FILM) naik 49,52% pada pencatatan perdana

 

Saham MD Pictures (FILM) naik 49,52% pada pencatatan perdana

 

JAKARTA. Pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini dibuka dengan pencatatan perdana saham PT MD Pictures Tbk yang resmi melantai dengan kode saham FILM.

Resmi tercatat di BEI, perusahaan yang bergerak di bidang usaha studio perfilman ini melepas sekitar 1,3 miliar saham dan mengantongi pendanaan sebesar Rp 274 miliar. NH Korindo Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi dari aksi korporasi ini.

 

“Hari ini merupakan hari bersejarah bagi MD Pictures dan film indonesia karena kami adalah perusahaan film pertama yang go public,” Kata Manoj Punjabi, Direktur Utama MD Pictures Tbk, Selasa (7/8).

Ia mengatakan bahwa MD Pictures sudah siap berada di level kedua. Ia berharap MD Pictures bisa membawa film Indonesia ke level dimana yang tidak hanya mencatatkan keuntungan namun juga menginspirasi.

Saham FILM dijual dengan harga penawaran  Rp 210 per saham. Dalam pencatatan perdana saham hari ini, saham FILM mencatatkan kenaikan sebesar 49,52% atau mencatatkan kenaikan ke level Rp 314 per saham.

Sumber : Kontan.co.id

Ini penjelasan bos AISA soal uang muka Jaya Mas

JAKARTA. Aliran transaksi uang muka dari PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) untuk PT Jaya Mas senilai Rp 148,59 miliar menjadi salah satu bahan pertanyaan pemegang saham perusahaan dalam RUPS akhir pekan lalu. Bahkan, hal itu yang menjadi awal kericuhan dalam rapat.

Asal tahu saja, komposisi pemegang saham PT Jaya Mas adalah, PT Jom Prawarsa Indonesia sebesar 99,9% dan Direktur Utama AISA Joko Mogoginta 0,01%. Perlu diketahui, Joko juga merupakan pemilik 80% saham Jom Prawarsa.

Joko memberikan penjelasan terkait transaksi uang muka itu. Ihwal uang muka itu ada kaitannya dengan rencana initial public offering (IPO) bisnis beras AISA awal 2017. Dana IPO rencananya bakal digunakan untuk mengakuisisi Jaya Mas.

Sayang, kasus beras PT Indo Beras Unggul (IBU) terlanjur menyeruak. Sehingga, rencana IPO pun batal. Otomatis, akuisisi Jaya Mas terganggu. Padahal, sudah ada komitmen yang dijalankan terkait akuisisi tersebut.

Buntut dari kasus IBU, Joko sempat mengusulkan untuk mengambilalih segmen beras melalui JOM. Sayang, rencana itu ditolak oleh pemegang obligasi AISA. Sehingga, Jaya Mas diambil kembali ke dalam buku AISA.

“Maka bisa dilihat dalam setiap usulan kami kepada calon pembeli, selalu ada Jaya Mas yang dimasukan dalam paket penjualan,” tutur Joko dalam keterangan tertulis yang diperoleh Kontan.co.id.

Meski demikian, KKR selaku salah satu pemegang saham AISA menilai dewan direksi tak mampu memberikan penjelasan memadai terkait berbagai transaksi yang memiliki indikasi benturan kepentingan tersebut.

Karena alasan ini Komisaris AISA Jaka Prasteya dan Hengky Koestanto menolak tanda tangan laporan tahunan AISA. Berangkat dari hal tersebut, pemegang saham memutuskan untuk mengganti dewan direksi AISA.

“Kami merasa tidak memiliki pilihan lain untuk memperbaiki corporate governance perusahaan kecuali dengan mengganti seluruh anggota direksi dengan yang baru,” jelas Jaka yang juga merupakan perwakilan KKR dalam keterangan resminya yang diterima Kontan.co.id, Minggu (29/7).

Menurutnya, keputusan itu sesuai dengan kepentingan pemegang saham, yakni untuk mempertahankan penghidupan karyawan perusahaan dan menyelamatkan citra perusahaan di mata kreditor, supplier serta para pemegang saham. Terlebih, AISA saat ini dalam kondisi kritis.

 

Sumber : kontan.co.id

Berkah pelonggaran kredit properti bagi Ciputra

JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan loan to value (LTV) untuk pembelian rumah membawa angin segar bagi sektor properti dalam negeri. Sentimen positif tersebut juga berpotensi dikecap PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang sepanjang paruh pertama 2018 menoreh penjualan yang cukup solid.

Sepanjang semester I-2018, CTRA membukukan prapenjualan yang terbilang ciamik dibandingkan emiten properti lainnya. Pre-sales CTRA tumbuh 12% menjadi Rp 3,3 triliun hingga akhir Juni lalu.

 

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Akhmad Nurcahyadi menjelaskan, pertumbuhan ini didukung oleh strategi CTRA dalam mendiversifikasi produk. Memang, proyek CTRA mencakup produk untuk kalangan menengah atas maupun menengah bawah.

Dari sisi produk, kontributor tertinggi datang dari proyek segmen menengah bawah dengan average selling price (ASP) Rp 1,3 juta per meter persegi. “Juga proyek menengah di Surabaya dengan ASP Rp 8,8 juta per meter persegi,” tulisnya dalam riset, 16 Juli.

Wisnu Budhiargo menambahkan, kekuatan CTRA yang lainnya ialah eksposurnya di banyak wilayah di Indonesia. Analis Trimegah Sekuritas ini menilai CTRA kian diuntungkan oleh prospek pembangunan infrastruktur yang membuat daerah-daerah Indonesia tambah optimal. “Eksposur CTRA cukup besar di luar Jawa, begitu juga dengan landbank-nya karena memang mereka mengincar skala nasional. Contohnya di Makassar,” ujar Wisnu, Selasa (17/7).

Akhmad juga mencatat, wilayah Surabaya dan Jawa non-Jakarta menyumbang 52% dari total prapenjualan di enam bulan pertama lalu.

 

Makin terdorong

Adapun, Akhmad bilang, dampak kenaikan suku bunga KPR setelah naiknya suku bunga acuan tidak akan signifikan terhadap kinerja CTRA. “Memang akan memberikan pengaruh negatif pada permintaan segmen kelas menengah bawah, namun berpotensi tergantikan oleh terjaganya permintaan segmen menengah dan menengah atas,” terangnya.

Selain itu, Wisnu juga mengatakan, pelonggaran LTV berpotensi kian mendukung prapenjualan CTRA yang selama ini didominasi oleh produk dengan kisaran harga Rp 1 miliarRp 2 miliar per unit. “Kebijakan LTV memberi insentif, khususnya first-time buyer CTRA,” katanya.

Tak cuma itu, Wisnu menambahkan, kebijakan LTV sejatinya juga memberi keuntungan pengembang. “Sekarang, setelah akad kredit, pengembang boleh mencairkan 30% dana sebelum membangun. Jadi, tidak perlu mengeluarkan working capital besar yang membuat interest cost naik. Balance sheet bisa jadi lebih baik,” papar dia.

Adapun, kontinuitas ekspansi menjadi faktor lain yang membuat prospek CTRA masih akan menarik. Selain realisasi MoU dengan Diener Syz Real Estate senilai Rp 575 miliar untuk 253 unit, CTRA juga akan meluncurkan dua apartemen di area Superblok pada September mendatang.

Sebelumnya, proyek Newton 1 terbilang sukses dengan tingkat penjualan (take-up rate) mencapai 90% hanya dalam kurang sebulan pertama. “Ciputra juga bakal meluncurkan Tahap II CitraLand Bagya City di Medan, Citra Raya Tangerang dan Township terbaru di Sentul dengan ASP di bawah Rp 1 miliar per unit,” Akhmad merinci.

Untuk itu, ia memberi rekomendasi beli bagi saham CTRA dengan target Rp 1.580. Begitu juga dengan Wisnu yang menilai valuasi saham CTRA masih tergolong murah sehingga menyarankan beli dengan target harga Rp 1.600.

Proyeksi Wisnu, akhir tahun CTRA sanggup membukukan penjualan sebesar Rp 7,9 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 1,4 triliun.

Nah, melihat prospek Ciputra yang positif di paruh kedua, analis NH Korindo Sekuritas Michael Tjahjadi turut merekomendasikan beli saham CTRA di 1.130 per saham.

 

Sumber : kontan.co.id

Performa saham batubara solid

JAKARTA. Saham emiten pertambangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kinclong tahun ini. Bahkan, performa indeks sektor pertambangan mampu mengungguli sektor-sektor lainnya.

Mengutip data Bloomberg, secara year to date per 17 Juli 2018, indeks pertambangan melesat 25,03%. Saham tambang melaju meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,80% pada periode yang sama.

Jawara sektor pertambangan terutama yang bergerak di tambang batubara. Saham pendatang baru, PT Alfa Energi Investama (Tbk) memimpin di antara produsen batubara lainnya dengan kenaikan 285,91% ytd, diikuti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang naik 72,16%, serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 66%.

Sebaliknya, performa PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memble dengan penurunan 15,56%. SMR Utama Tbk (SMRU) dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengekor yang masing-masing minus 7,05% dan 3,23%.

Kiswoyo Adi Joe, Kepala Riset Narada Aset Manajemen mengatakan, kinerja emiten batubara terus meningkat seiring permintaan yang tinggi. Apalagi, harganya melejit sepanjang tahun ini. Sebagai gambaran, harga batubara di ICE Futures Europe bertengger di US$ 117,90 per metrik ton pada Senin (17/7). Harga ini sudah naik 27% dari awal tahun.

Lanjut Kiswoyo, kinerja emiten batubara juga didukung dengan diversifikasi ke sektor hilir, seperti pembangkit tenaga listrik.

Analis Semesta Indovest Sekuritas Aditya Perdana Putra menilai, performa PTBA, HRUM, dan ITMG memuaskan karena didukung fundamental. Misalnya, PTBA meraih kenaikan laba sebesar 80% di kuartal I-2018. Kenaikan harga batubara dan diversifikasi ke pembangkit listrik dan kelapa sawit menyokong laba. “PTBA bisa membagikan dividen cukup tinggi, sehingga sahamnya kompetitif,” kata Aditya.

HRUM didukung kinerja keuangan yang bagus, dengan posisi utang yang kecil. Penjualan batubara cukup besar ke Asia Tengah dan Asia Timur.

Sebaliknya, saham ADRO melemah lantaran kinerja kuartal I-2018 loyo. Target penjualan tidak tercapai dan laba bersih turun. Meski begitu, kata Aditya, apabila kuartal II-2018 kinerja keuangan membaik, sahamnya bisa rebound lebih cepat.

Sedangkan, saham BUMI terus turun karena masih terpengaruh restrukturisasi utang.

 

Sentimen positif

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana menilai, sentimen positif masih menyokong emiten batubara. Selain harga solid, perang dagang Amerika Serikat dan China bisa menguntungkan. China masih butuh batubara dari domestik.

Pelemahan rupiah juga tidak berimbas lantaran transaksi berdenominasi dollar AS. Aditya merekomendasikan beli HRUM di level Rp 3.100. Sementara, holdPTBA di Rp 4.500 per saham.

Kiswoyo menyarankan investor beli saham emiten tambang jika turun signifikan. Ia meyakini, saham komoditas masih booming hingga 2020. Kemarin, HRUM ditutup di Rp 2.480 dan PTBA di Rp 4.380 per saham.

 

Sumber : Kontan.co.id